Day 1 part 2
"Kejadiannya kaya gimana??" tanya kakakku ditelpon dengan rasa ingin tahu.
"Gue pun ga begitu tau dengan jelas." lanjutku dengan suara yang kupelankan. "Yang gw tau ada worker yang kecelakaan di area silo coal bunker. Orang orang itu lagi pada ributin masalah itu... Kata mereka sih chain blocknya lepas." lanjutku.
"Kok bisa chain blocknya lepas?? Tolong lo tanyain ke Safetynya gimana kronologis kejadiannya? Pake chain block berapa ton?? Tanyain chain block itu punyanya siapa?? Punya kita, apa chain block yang dibeli sama Aziz?" tanya kakakku; "Pak Asep tau gak??" lanjutnya.
"Pak Asep sama ngga taunya kaya gue. Nantilah gw cari tau gimananya." kataku.
"Yauda lo cari tau. Kabarin gw lagi." kata kakakku.
Bersamaan dengan telpon dari kakakku, ternyata Pak Asep pun habis terima telpon.
Kutanya "siapa?"
Pak Asep jawab, "Dari Pak Zuhri, nanyain masalah worker kita itu. Saya bilang saya juga gak tau apaapa kejadian itu."
Aku keluar dari kantor dan bergegas ke lapangan. Gw harus inspeksi lapangan guna mencari tau apa penyebab terjadinya kecelakaan ini. Semoga aja dapat info yang berguna buat dilaporin ke Jakarta.
Sesampainya dilapangan, gw tlp Narsih, nanya gimana perkembangan si worker dan apa dia tau kejadian sebenarnya. Narsih hanya menjawab si worker kaki dan tangannya patah. Dia blg worker itu msh 1saudara dan org Cilacap juga. Dia pun gak tau gimana kejadiannya dan berjanji akan mencari tahu penyebab yang sebenarnya dan bila sudah tau akan kasih info ke gw.
Tapi gw yakin dia gak akan mau ngasi info ke gw. Krn dia salah 1 dr mereka. Mana mau orang orang itu ngasih info yang akan mencelakakan mrk ndiri. Gw yakin Narsih disuruh gak boleh cerita apa apa ke gw. Susah bener nasib gw disini... Tapi biar lah..
Kuambil foto bukti dari berbagai sudut di TKP. Wah parah banget sampe cutnya coal bunker lepas. Hmm,, Rantainya pun lepas. Ini mah uda parah banget. Orang awam pun pasti akan bertanyatanya kalo ngeliat. Kenapa bisa lepas?? Apa yang terjadi sebenarnya??
Dilokasi ada 2 worker yang lagi istirahat. Kirakira dia tau gak yaa kejadiannya kaya apa??
"Hai." sapaku ke mereka. "Katanya ada 3worker yang luka, gimana kejadiannya??" tanyaku tanpa basa basi.
"Kami pun gak tau, Bu." jawab salah satu dari worker itu dengan logat Cilacap yang sangat kental (worker #1).
"Kejadiannya cepat sekali jadi kita kita pun gak ada yang tau gimana kejadiannya." kata worker yang lainnya yang mengamini perkataan temannya itu (worker #2).
"Kayanya sih, Bu, itu karna kelebihan beban." kata worker #1.
"Kelebihan beban?" tanyaku
"Iya. Awalnya lagi nurunin Support. Karna sewaktu penurunan itu bebannya besar, chain blocknya gak kuat buat nahannya. Nah si Korban lagi ada diatas Coal Bunker. Soalnya make 2 chain block 3ton. Sedangkan Supportnya beratnya 8ton. Total berat yang ada diatas kirakira ada sekitar diatas 10tonan. Jadi kan kelebihan berat, Bu." kata worker #1.
"Untung aja dia pake safety belt. Pas jatohnya Support itu, dia kaitkan safety beltnya ke Coal Bunker. Pas jatoh, posisinya lagi nggantung di Coal Bunker." kata worker #2.
"Oh, mungkin itu penyebabnya dia luka parah... Tapi untung aja dia kaitin safety beltnya ke coal bunker. Apa jadinya kalo dia gak kaitin safety beltnya itu." kataku.
"Kaki kiri dan tangan kirinya patah, Bu. Anaknya pun pas ditanya gimana kejadiannya, dia gak tau." penjelasan worker #2.
"Awalnya karna leveling. Pas lagi leveling, supportnya kurang 70cm. Jadi harus diturunin 70cm." lanjut penjelasan worker #2.
"Support lalu diturunin 70cm. Waktu penurunan itu ada korban lagi diatas. Make chain block 6ton. Beban yang ditahan oleh chain block itu lebih besar. Jadinya chain block lepas. Gak kuat nahan bebannya." kata worker #1 yang menimpali worker #2.
"Lagian yaa, Bu, chain block itu uda lama nggantung disitu... Dia uda kelebihan beban uda lama." kata worker #2 yang menambahkan penjelasan worker#1.
"Emangnya waktu penurunan support itu, orang orang yang ada diatas gak dikasih tau??" tanyaku ke mereka.
"Semua orang uda pada tau kalo pas leveling, support kurang 70cm. Dan mau diturunin. Tapi saya ngga tau orang orang uda tau atau belum support itu mau diturunin." kata worker #1.
Ini jelas jelas gak ada koordinasi yang baik dilapangan. Orang orang itu kerjanya gak beres. Gak ada koordinasi sama sekali. Kok bisa-bisanya chain block 6ton dipake buat angkat beban 10ton lebih. Gak masuk akal. Asal aja mereka pake alat. Lagi lagi nama perusahaan gue mereka bikin jelek. Makin benci gw sama orang orang brengsek itu. Ugh!
"Makasih yaa." kataku ke mereka.
Lalu kulanjutkan pengambilan gambar untuk dikirim ke Jakarta. Gak jauh dari lokasiku, ada Roland. Dan beberapa saat kemudian, ada polisi! Damn! Cepet banget polisi datang ke lokasi. Siapa yang ngasih tau tuh? Duh, sebisa mungkin polisi itu gw hindari. Untuk menghindari kejadian yang gak diinginkan (yang ga gw inginkan,, hehehe)...
Gw samperin Roland dan tanya ngapain dia kemari, dan ngapain tuh polisi kemari. Cepet bener polisi datangnya.
Roland minta gw bilang ke worker untuk jangan kasih info macam macam ke polisi atau siapapun. Itu juga untuk menjaga mereka. Gw pun setuju dan bilang ke worker jangan kasih info macem macem ke polisi. Dan minta salah 1worker yang ada untuk ngasih tau ke temennya yang lagi asik "ngobrol" dengan polisi. Ku tambahkan juga bilang ke temen temen yang lain jangan ngomong macem macem...
Gw gak pengen ada apa apa dengan perusahaan gw...
Sabtu, Oktober 10, 2009
Rabu, Oktober 07, 2009
Accident
Day 1 part 1
Kantor yang awalnya sepi seketika dilanda kepanikan. Semua handphone milik supervisor terus berdering.
Ada apa? Pikirku dalam hati. Ku dengarkan saja pembicaraan mereka yang terdengar samar-samar.
Pasti ada sesuatu yang gak beres terjadi di lapangan,, pikirku. Walau orang orang itu gak mau ngasih tau apa yang sebenarnya terjadi di lapangan, tapi namanya "bangkai" pasti akan tercium juga.
"Ke puskesmas sekarang, Pak?" kata Mbak Narsi ke Pak Hadi, sembari membawa tas dan ikut bergegas ke luar. "Iya" kata Pak Hadi. Lalu Mbak Narsih ikut ke puskesmas bersama Pak Hadi.
Aneh gak biasanya Mbak Narsih ikut nganterin worker ke puskesmas, pikirku.
Lalu gak lama berselang,
"De, aku pinjam mobil yah untuk antar 2 worker yang lukanya gak terlalu parah untuk istirahat di mess. Biar mereka tenangin diri." kata Pak Rolanda.
Tapi tak kugubris sebab sebelumnya kutanya Pak Roland "pake supir ato ngga?", mala dicuekin. Yaa kucuekin balik aja.
Keluargaku harus tau kejadian ini, maka kusmsin kakakku, mbak mela.
'mbak, barusan disini ada kecelakaan parah banget. Ada 3 worker kita yang kena. 1 worker lukanya parah sekarang dibawa ke puskesmas. 2 worker lainnya gak terlalu parah tapi masih shock.'
Beberapa saat kemudian, mbak narsih telp minta tolong untuk minjam mobil ambulancenya Dalle. Dia bilang, "Mbak bisa tolong hubungin orang Dalle?? Kita butuh ambulance untuk bawa anak ini (worker yg luka) ke Pacitan."
"Posisimu dimana??" tanyaku ke Narsih.
"Sekarang uda di puskesmas Lorok. Tolong banget yaa mbak!" kata Narsih.
Lalu ku sms Pak zul dan menceritakan perihal terjadinya kecelakaan itu...
Gak lama Pak Zul telp kalo Ambulancenya uda lagi diperjalanan mau ke Lorok dan diambulance itu ada Pak Ari.
Aku jadi lebih tenang dan kutanya lagi mbak Narsih kejadiannya seperti apa. Tapi Narsih bilang dia pun gak tau. Si korban pun gak tau gimana kejadiannya...
Gak lama setelah gw sms ke mbak mela, dia langsung tlp. Nelp dengan berbagai pertanyaan. Kakakku mau tau seperti apa kronologisnya.
Karna gw juga gak tau gimana kejadian sebenarnya dan pengen tau juga gimana kejadian sebenarnya, maka gw turun langsung ke lapangan buat inspeksi dan introgasi.
Gw harus tau apa yang terjadi sebenarnya....
Kantor yang awalnya sepi seketika dilanda kepanikan. Semua handphone milik supervisor terus berdering.
Ada apa? Pikirku dalam hati. Ku dengarkan saja pembicaraan mereka yang terdengar samar-samar.
Pasti ada sesuatu yang gak beres terjadi di lapangan,, pikirku. Walau orang orang itu gak mau ngasih tau apa yang sebenarnya terjadi di lapangan, tapi namanya "bangkai" pasti akan tercium juga.
"Ke puskesmas sekarang, Pak?" kata Mbak Narsi ke Pak Hadi, sembari membawa tas dan ikut bergegas ke luar. "Iya" kata Pak Hadi. Lalu Mbak Narsih ikut ke puskesmas bersama Pak Hadi.
Aneh gak biasanya Mbak Narsih ikut nganterin worker ke puskesmas, pikirku.
Lalu gak lama berselang,
"De, aku pinjam mobil yah untuk antar 2 worker yang lukanya gak terlalu parah untuk istirahat di mess. Biar mereka tenangin diri." kata Pak Rolanda.
Tapi tak kugubris sebab sebelumnya kutanya Pak Roland "pake supir ato ngga?", mala dicuekin. Yaa kucuekin balik aja.
Keluargaku harus tau kejadian ini, maka kusmsin kakakku, mbak mela.
'mbak, barusan disini ada kecelakaan parah banget. Ada 3 worker kita yang kena. 1 worker lukanya parah sekarang dibawa ke puskesmas. 2 worker lainnya gak terlalu parah tapi masih shock.'
Beberapa saat kemudian, mbak narsih telp minta tolong untuk minjam mobil ambulancenya Dalle. Dia bilang, "Mbak bisa tolong hubungin orang Dalle?? Kita butuh ambulance untuk bawa anak ini (worker yg luka) ke Pacitan."
"Posisimu dimana??" tanyaku ke Narsih.
"Sekarang uda di puskesmas Lorok. Tolong banget yaa mbak!" kata Narsih.
Lalu ku sms Pak zul dan menceritakan perihal terjadinya kecelakaan itu...
Gak lama Pak Zul telp kalo Ambulancenya uda lagi diperjalanan mau ke Lorok dan diambulance itu ada Pak Ari.
Aku jadi lebih tenang dan kutanya lagi mbak Narsih kejadiannya seperti apa. Tapi Narsih bilang dia pun gak tau. Si korban pun gak tau gimana kejadiannya...
Gak lama setelah gw sms ke mbak mela, dia langsung tlp. Nelp dengan berbagai pertanyaan. Kakakku mau tau seperti apa kronologisnya.
Karna gw juga gak tau gimana kejadian sebenarnya dan pengen tau juga gimana kejadian sebenarnya, maka gw turun langsung ke lapangan buat inspeksi dan introgasi.
Gw harus tau apa yang terjadi sebenarnya....
Rabu, September 09, 2009
PLTU Pacitan
Kemaren iseng-iseng liat website yang memuat PLTU Pacitan. Banyak juga ternyata. PLTU Pacitan ini ternyata mengundang rasa keingintahuan yang besar dari warga besar Pacitan dan daerah sekitarnya. Dan mempunyai dampak yang sangat besar bagi warga sekitar. Sekarang ini banyak sekali warung-warung dadakan yang dibangun di atas bukit dengan PLTU Pacitan sebagai viewnya. Bahkan sekarang PLTU Pacitan menjadi wahana rekreasi yang diminati warga sekitar. Pemandangan menghadap laut. Sangat cantik disetiap kondisi.
Ternyata efek dominonya besar juga. Gak seperti waktu datang ke mari 6bulan yang lalu. Sangat sulit mencari makanan yang enak. Walau semuanya murah, tapi gak semuanya enak. Dulu makanan yang paling Yaahud itu Sate Ayam (warung yang deket SPBU Lorok) atau Bakso. Kalo mau "mewahan" dikit, makannya di "waning". Warung yang paling Femous bagi 'pejabat' PLTU.
Kalau sekarang banyak pilihan. Mau makan Nasi Uduk, Cap cay, mie ayam, atau martabak, uda bisa. Sekarang warganya jadi lebih kreatif menyajikan menu2. Tidak terpaku pada Bakso atau Sate saja. :)
Ternyata efek dominonya besar juga. Gak seperti waktu datang ke mari 6bulan yang lalu. Sangat sulit mencari makanan yang enak. Walau semuanya murah, tapi gak semuanya enak. Dulu makanan yang paling Yaahud itu Sate Ayam (warung yang deket SPBU Lorok) atau Bakso. Kalo mau "mewahan" dikit, makannya di "waning". Warung yang paling Femous bagi 'pejabat' PLTU.
Kalau sekarang banyak pilihan. Mau makan Nasi Uduk, Cap cay, mie ayam, atau martabak, uda bisa. Sekarang warganya jadi lebih kreatif menyajikan menu2. Tidak terpaku pada Bakso atau Sate saja. :)
Jumat, September 04, 2009
Peresmian masjid
Hari yang spesial sebab hari ini peresmian masjid Choirul Huda PLTU Pacitan.
Pagi-pagi uda diingetin sama Pak Zul untuk dateng ke peresmian mesjid itu.Hrs pake kerudung.Hrs rapi.
Hehe..
Gak keingetan gw bawa kerudung apa lagi jilbab.
Peresmian mesjidnya jam4. Kesananya barengan sama Om Zuhri.
Gw duduk diluar mesjid, ditendanya.Gak bisa di dlm krn lagi kedatangan tamu. Hehe.. ;P
Tiba2 ada telp dr Roland.Dy nanyain apa si Topan ada disitu ato ngga?Gw jwb Ada.Dy tny lg dgn nada marah,"knp mobilnya dibawa smw ksana?Knp gak nganterin org2 kantor dl!?Sy mo bicara sm Topan.Mana Topannya?"Weitz...Gw tsentak dgr dy ngmng ky gitu.Kaget bcampur gak pcaya.Gw lgsg panggil Topan&nny apa yg tjadi sbnarnya.Topan blg "Saya dilarang sm P'Lukman u/ balik ke kantor.Sbnarnya saya mo antar org2 itu dl ke mess.Br stlh itu saya ke sini lg.Tp saya gak dbolehin sm P'Lukman.Dy blg km disini aja."
Kaget bkn kpalang.Apa sih yg ada dpikiran org2 itu?Sampe2 tmn ndiri dbiarin dkantor,ga diajak kperesmian,ga dianter plg.Bnr2 keterlaluan.
Pagi-pagi uda diingetin sama Pak Zul untuk dateng ke peresmian mesjid itu.Hrs pake kerudung.Hrs rapi.
Hehe..
Gak keingetan gw bawa kerudung apa lagi jilbab.
Peresmian mesjidnya jam4. Kesananya barengan sama Om Zuhri.
Gw duduk diluar mesjid, ditendanya.Gak bisa di dlm krn lagi kedatangan tamu. Hehe.. ;P
Tiba2 ada telp dr Roland.Dy nanyain apa si Topan ada disitu ato ngga?Gw jwb Ada.Dy tny lg dgn nada marah,"knp mobilnya dibawa smw ksana?Knp gak nganterin org2 kantor dl!?Sy mo bicara sm Topan.Mana Topannya?"Weitz...Gw tsentak dgr dy ngmng ky gitu.Kaget bcampur gak pcaya.Gw lgsg panggil Topan&nny apa yg tjadi sbnarnya.Topan blg "Saya dilarang sm P'Lukman u/ balik ke kantor.Sbnarnya saya mo antar org2 itu dl ke mess.Br stlh itu saya ke sini lg.Tp saya gak dbolehin sm P'Lukman.Dy blg km disini aja."
Kaget bkn kpalang.Apa sih yg ada dpikiran org2 itu?Sampe2 tmn ndiri dbiarin dkantor,ga diajak kperesmian,ga dianter plg.Bnr2 keterlaluan.
Keanehan yang harus dihadapi
Aku mencoba berdamai dengan keadaan disini. Terlalu aneh. Terlalu dipaksaan. Keadaan yang sudah sangat keterlaluan.
Semua bekerja tidak sesuai dengan porsinya lagi. Bekerja dengan kerakusan, keserakahan, dan kesombongan.
Tidak pernah suka. Dan tidak pernah bisa menyatukan diri dengan mereka. Tidak ingin munafik.
Aku memang sangat membenci mereka.
Namun kucoba rendam perasaanku. Mencoba bertahan. Mencoba bersabar. Sampai mana tingkat ketahananku.
Dibulan penuh rahmat. Ramadhan.
Semua bekerja tidak sesuai dengan porsinya lagi. Bekerja dengan kerakusan, keserakahan, dan kesombongan.
Tidak pernah suka. Dan tidak pernah bisa menyatukan diri dengan mereka. Tidak ingin munafik.
Aku memang sangat membenci mereka.
Namun kucoba rendam perasaanku. Mencoba bertahan. Mencoba bersabar. Sampai mana tingkat ketahananku.
Dibulan penuh rahmat. Ramadhan.
Gempa part 2
Tak lama setelah kakakku ku telp, saya dapat kabar dari kantor kalo Pacitan kena gempa juga. Gempa yang berbeda dengan gempa yang sering terjadi di kantor. Gempanya jauh lebih besar dan lebih lama dari yang biasanya.
Hal yang tak biasa dan tak pernah terjadi sebelumnya.
Kalo adikku bilangnya gempa ini seperti berada di wahana dufan.hehehe..
Ada-ada aja..
Gejala alam yang jarang terjadi sebelumnya. Gempa bumi yang melanda Pulau Jawa bagian selatan hingga Bali.
Hal yang tak biasa dan tak pernah terjadi sebelumnya.
Kalo adikku bilangnya gempa ini seperti berada di wahana dufan.hehehe..
Ada-ada aja..
Gejala alam yang jarang terjadi sebelumnya. Gempa bumi yang melanda Pulau Jawa bagian selatan hingga Bali.
Kamis, September 03, 2009
Gempa
Gempa yang melanda Jakarta pada 2Sep09 sangat meresahkan penduduk Ibu Kota.
Hal ini merupakan kejadian yang luar biasa. Karena Jakarta hanya terbiasa dilanda bencana banjir. Begitu dapat bencana gempa bumi dengan kekuatan 7.3SR yang berpusat di Tasikmalaya, seluruh orang berhamburan keluar kamar, rumah, dan gedung perkantoran.
Panik. Itu lah yang dirasakan oleh semua orang.
Korban pun berjatuhan. Kerugian materi yang besar menjadi efek samping yang lain.
Saat itu saya sedang berada di Jogja untuk menjemput Om dan Pak Zul. Sekaligus untuk memperbaikin laptopku yang rusak karna windows&hard disknya yang eror.
Setelah selesai semua urusan kami kembali ke Pacitan. Sewaktu diperjalanan pulang, Pak Zul ditelepon oleh adiknya. Berita yang disampaikan oleh Sang Adik adalah Jakarta dan sekitarnya dilanda Gempa bumi. Pak Zul minta saya untuk mengecek seberapa besar gempanya dan apa efeknya.
Saya telp kakak untuk menanyakan kabarnya. Dia bilang "kantor goyang-goyang. Gempanya besar banget dan lama."
Hal ini merupakan kejadian yang luar biasa. Karena Jakarta hanya terbiasa dilanda bencana banjir. Begitu dapat bencana gempa bumi dengan kekuatan 7.3SR yang berpusat di Tasikmalaya, seluruh orang berhamburan keluar kamar, rumah, dan gedung perkantoran.
Panik. Itu lah yang dirasakan oleh semua orang.
Korban pun berjatuhan. Kerugian materi yang besar menjadi efek samping yang lain.
Saat itu saya sedang berada di Jogja untuk menjemput Om dan Pak Zul. Sekaligus untuk memperbaikin laptopku yang rusak karna windows&hard disknya yang eror.
Setelah selesai semua urusan kami kembali ke Pacitan. Sewaktu diperjalanan pulang, Pak Zul ditelepon oleh adiknya. Berita yang disampaikan oleh Sang Adik adalah Jakarta dan sekitarnya dilanda Gempa bumi. Pak Zul minta saya untuk mengecek seberapa besar gempanya dan apa efeknya.
Saya telp kakak untuk menanyakan kabarnya. Dia bilang "kantor goyang-goyang. Gempanya besar banget dan lama."
Langganan:
Postingan (Atom)
