Day 1 part 2
"Kejadiannya kaya gimana??" tanya kakakku ditelpon dengan rasa ingin tahu.
"Gue pun ga begitu tau dengan jelas." lanjutku dengan suara yang kupelankan. "Yang gw tau ada worker yang kecelakaan di area silo coal bunker. Orang orang itu lagi pada ributin masalah itu... Kata mereka sih chain blocknya lepas." lanjutku.
"Kok bisa chain blocknya lepas?? Tolong lo tanyain ke Safetynya gimana kronologis kejadiannya? Pake chain block berapa ton?? Tanyain chain block itu punyanya siapa?? Punya kita, apa chain block yang dibeli sama Aziz?" tanya kakakku; "Pak Asep tau gak??" lanjutnya.
"Pak Asep sama ngga taunya kaya gue. Nantilah gw cari tau gimananya." kataku.
"Yauda lo cari tau. Kabarin gw lagi." kata kakakku.
Bersamaan dengan telpon dari kakakku, ternyata Pak Asep pun habis terima telpon.
Kutanya "siapa?"
Pak Asep jawab, "Dari Pak Zuhri, nanyain masalah worker kita itu. Saya bilang saya juga gak tau apaapa kejadian itu."
Aku keluar dari kantor dan bergegas ke lapangan. Gw harus inspeksi lapangan guna mencari tau apa penyebab terjadinya kecelakaan ini. Semoga aja dapat info yang berguna buat dilaporin ke Jakarta.
Sesampainya dilapangan, gw tlp Narsih, nanya gimana perkembangan si worker dan apa dia tau kejadian sebenarnya. Narsih hanya menjawab si worker kaki dan tangannya patah. Dia blg worker itu msh 1saudara dan org Cilacap juga. Dia pun gak tau gimana kejadiannya dan berjanji akan mencari tahu penyebab yang sebenarnya dan bila sudah tau akan kasih info ke gw.
Tapi gw yakin dia gak akan mau ngasi info ke gw. Krn dia salah 1 dr mereka. Mana mau orang orang itu ngasih info yang akan mencelakakan mrk ndiri. Gw yakin Narsih disuruh gak boleh cerita apa apa ke gw. Susah bener nasib gw disini... Tapi biar lah..
Kuambil foto bukti dari berbagai sudut di TKP. Wah parah banget sampe cutnya coal bunker lepas. Hmm,, Rantainya pun lepas. Ini mah uda parah banget. Orang awam pun pasti akan bertanyatanya kalo ngeliat. Kenapa bisa lepas?? Apa yang terjadi sebenarnya??
Dilokasi ada 2 worker yang lagi istirahat. Kirakira dia tau gak yaa kejadiannya kaya apa??
"Hai." sapaku ke mereka. "Katanya ada 3worker yang luka, gimana kejadiannya??" tanyaku tanpa basa basi.
"Kami pun gak tau, Bu." jawab salah satu dari worker itu dengan logat Cilacap yang sangat kental (worker #1).
"Kejadiannya cepat sekali jadi kita kita pun gak ada yang tau gimana kejadiannya." kata worker yang lainnya yang mengamini perkataan temannya itu (worker #2).
"Kayanya sih, Bu, itu karna kelebihan beban." kata worker #1.
"Kelebihan beban?" tanyaku
"Iya. Awalnya lagi nurunin Support. Karna sewaktu penurunan itu bebannya besar, chain blocknya gak kuat buat nahannya. Nah si Korban lagi ada diatas Coal Bunker. Soalnya make 2 chain block 3ton. Sedangkan Supportnya beratnya 8ton. Total berat yang ada diatas kirakira ada sekitar diatas 10tonan. Jadi kan kelebihan berat, Bu." kata worker #1.
"Untung aja dia pake safety belt. Pas jatohnya Support itu, dia kaitkan safety beltnya ke Coal Bunker. Pas jatoh, posisinya lagi nggantung di Coal Bunker." kata worker #2.
"Oh, mungkin itu penyebabnya dia luka parah... Tapi untung aja dia kaitin safety beltnya ke coal bunker. Apa jadinya kalo dia gak kaitin safety beltnya itu." kataku.
"Kaki kiri dan tangan kirinya patah, Bu. Anaknya pun pas ditanya gimana kejadiannya, dia gak tau." penjelasan worker #2.
"Awalnya karna leveling. Pas lagi leveling, supportnya kurang 70cm. Jadi harus diturunin 70cm." lanjut penjelasan worker #2.
"Support lalu diturunin 70cm. Waktu penurunan itu ada korban lagi diatas. Make chain block 6ton. Beban yang ditahan oleh chain block itu lebih besar. Jadinya chain block lepas. Gak kuat nahan bebannya." kata worker #1 yang menimpali worker #2.
"Lagian yaa, Bu, chain block itu uda lama nggantung disitu... Dia uda kelebihan beban uda lama." kata worker #2 yang menambahkan penjelasan worker#1.
"Emangnya waktu penurunan support itu, orang orang yang ada diatas gak dikasih tau??" tanyaku ke mereka.
"Semua orang uda pada tau kalo pas leveling, support kurang 70cm. Dan mau diturunin. Tapi saya ngga tau orang orang uda tau atau belum support itu mau diturunin." kata worker #1.
Ini jelas jelas gak ada koordinasi yang baik dilapangan. Orang orang itu kerjanya gak beres. Gak ada koordinasi sama sekali. Kok bisa-bisanya chain block 6ton dipake buat angkat beban 10ton lebih. Gak masuk akal. Asal aja mereka pake alat. Lagi lagi nama perusahaan gue mereka bikin jelek. Makin benci gw sama orang orang brengsek itu. Ugh!
"Makasih yaa." kataku ke mereka.
Lalu kulanjutkan pengambilan gambar untuk dikirim ke Jakarta. Gak jauh dari lokasiku, ada Roland. Dan beberapa saat kemudian, ada polisi! Damn! Cepet banget polisi datang ke lokasi. Siapa yang ngasih tau tuh? Duh, sebisa mungkin polisi itu gw hindari. Untuk menghindari kejadian yang gak diinginkan (yang ga gw inginkan,, hehehe)...
Gw samperin Roland dan tanya ngapain dia kemari, dan ngapain tuh polisi kemari. Cepet bener polisi datangnya.
Roland minta gw bilang ke worker untuk jangan kasih info macam macam ke polisi atau siapapun. Itu juga untuk menjaga mereka. Gw pun setuju dan bilang ke worker jangan kasih info macem macem ke polisi. Dan minta salah 1worker yang ada untuk ngasih tau ke temennya yang lagi asik "ngobrol" dengan polisi. Ku tambahkan juga bilang ke temen temen yang lain jangan ngomong macem macem...
Gw gak pengen ada apa apa dengan perusahaan gw...
Tampilkan postingan dengan label Pacitan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pacitan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, Oktober 10, 2009
Sabtu, Juli 25, 2009
kerendahan hati bukan untuk direndahkan
Orang bilang kesabaran ada batasnya dan itu benar adanya!
Gue uda gak sabar dan sangat kesal berada di PLTU ini. Walau om selalu bilang berkat "mereka" kita bisa kenal orang-orang PLN dan dapat Job di PLTU ini, itu memang benar adanya. Dan gue gak bisa mungkirin kalau itu benar. Tapi ini juga salah! Karena mereka sudah menjadikan hal yang tidak benar terus menerus selama 5bulan ini!
Dan itu yang gak bisa gue terima! Ini menyangkut nama, harga dari dan kehormatan HMS. Gue gak bisa nerima karena gak pernah nepati janji mereka. Gue sangat sakit hati dengan ucapan mereka! NISTA!
Janji (Sesumbar) Geng Nista:
1. Menyediakan orang-orang yang profesional serta dapat bekerja dengan efektif dan efisien
Itu cuma omong kosong! Sampah! dan pembohongan karena FAKTANYA:
* kalo mereka kerjanya beres gak akan ada kopel, plat, dan baut yang berserakan atau pun hilang entah dimana! Itu tanda ketidakmampuan mereka dalam bekerja! Mereka tidak mampu mengdokumentasikan semua barang/material/alat. Yaaa pantas saja barang-barang itu pada hilang. Wong gak dicatat dan gak dihitung! Kalo uda hilang pasti nyalahin orang lain. Kalo salah pasti lempar tanggung jawab ke orang lain. Itu kan gak profesional, efektif atau pun efisien!
* Site Manager gue yang katanya PINTER dan sudah berpengalaman itu, kalo beli barang pasti selalu salah! Gak sesuai standar dan harganya pun selalu berubah setiap waktunya! Gue sering heran, kesel dan merasa aneh aja karena SM gue itu bukannya ngurusin kerjaan lapangan, mala selalu dan selalu panjengin bagian purchasing! ANEH! Dia itu SM bukan Purchasing! Gak seharusnya yang dia urusin itu PURCHASING, tapi dia harusnya ngurusin keterlambatan material, kinerja anak buahnya, progress dan lain sebagainya. Masa dia pun gak tau namanya laporan keuangan! Kan sangat aneh! Wong kondisi perusahaan uda sekarat, pengeluaran sudah membengkak, dia malah tiap sabtu minggu pulang ke MALANG pake mobil perusahaan, bukannya berfikir untuk menekan biaya! Tiap harinya menghamburhamburkan uang yang gak berguna dan gak ada hasilnya!
* Sebagai SM pun dia tidak mampu membuat job desk untuk anak buahnya! Masa sekarang rata-rata SUPERVISOR bertindak juga sebagai PURCHASING?!? Pada hal sudah ada sendiri orang yang menangani Purchasing, jadi untuk apa dia beserta SUPERVISORnya yang berpengalaman itu bertindak sebagai PURCHASING juga?!??!! Namanya kan gak ngerti aturan kerja! Suka sekali mereka itu menghambur-hamburkan uang!
Semua orang boleh jadi PURCHASING juga boleh jadi SUPPLYER. ckckckckck...
2. Berjanji bahwa dengan menyewa Crane 250T tidak akan merugikan perusahaan karena materialnya sudah tersedia dan jika tidak menyewa Crane tersebut maka kita akan merugi karena lagi banyak proyek, kita bisa tidak akan kebagian Crane..
FAKTANYA:
Materialnya gak ada! Materialnya tertahan dipelabuhan Surabaya karena ada masalah Bea Cukai antara Pihak DongFang dengan Bea Cukai sana. Karena Crane ini perusahaanku menjadi rugi banyak! NISTA!!!
3. Berjanji bulan JULI kan murni PROFIT
FAKTANYA:
NET LOSS 4,5M. Sakit hatiiiii....
4. Berjanji akan membuat janji baru
Faktanya: Memang SLaLU BE9iTu... Gak Tau MaLuuuu....
Yang bikin gue kesel karena mereka tidak menghormati perjanjian, tidak menghitung kerugian, dan tidak ada rasa tanggung jawabnya sama sekali. Hanya memikirkan kesenangan dan kepentingan mereka saja! NISTA! NISTA! NISTA!!!!
Apa gunanya hitam diatas putih jika masih saja dilanggar??? Apa gunanya diadakan meeting waktu itu kalo masih aja gak mau ditepati??? Apa gunanya didatangkan AUDITOR (yang katanya sangat handal) dan sudah tanda tangan diatas surat perjanjian kalau masih saja tidak mau ditepati?!?!???? Seharusnya mereka itu dipenjara! karena sudah memalsukan dokumen, tidak menepati janji dan melanggar perjanjian! Seharusnya biaya Tiga Intan itu sudah harus dan dapat dipotong! Wong mereka sudah tanda tangan!
Tapi percuma aja datengin AUDITOR wong si Auditornya itu sama begonya dengan geng nista itu! Gak ada gunanya! Untuk apa bayar Auditor mahal, mending gaji gue aja. Perkara keuangan langsung beres dalam sekejap! Yaelah si Auditornya gak bisa apa-apa. Dia mala lempar tanggung jawab, minta bantuan gue dan orang kepercayaan gue buat bantuin dia ngdata laporan keuangan! Huh! PAYAH!!!!
Dasar Geng NISTA!! I HATE YOU, ALL!! :(
Mau gak mau gue harus ngadepin Geng NISTA itu! Gue harus kuat disini,, demi orang tua gue, demi perusahaan gue, dan demi masa depan. Walau memang sakit, tapi harus dijalani. Mereka mungkin dapat bersenang-senang (sekarang) tapi gak akan lama.. Semoga nantinya akan berakhir dengan baik bagiku dan perusahaanku.
=reyree=
Gue uda gak sabar dan sangat kesal berada di PLTU ini. Walau om selalu bilang berkat "mereka" kita bisa kenal orang-orang PLN dan dapat Job di PLTU ini, itu memang benar adanya. Dan gue gak bisa mungkirin kalau itu benar. Tapi ini juga salah! Karena mereka sudah menjadikan hal yang tidak benar terus menerus selama 5bulan ini!
Dan itu yang gak bisa gue terima! Ini menyangkut nama, harga dari dan kehormatan HMS. Gue gak bisa nerima karena gak pernah nepati janji mereka. Gue sangat sakit hati dengan ucapan mereka! NISTA!
Janji (Sesumbar) Geng Nista:
1. Menyediakan orang-orang yang profesional serta dapat bekerja dengan efektif dan efisien
Itu cuma omong kosong! Sampah! dan pembohongan karena FAKTANYA:
* kalo mereka kerjanya beres gak akan ada kopel, plat, dan baut yang berserakan atau pun hilang entah dimana! Itu tanda ketidakmampuan mereka dalam bekerja! Mereka tidak mampu mengdokumentasikan semua barang/material/alat. Yaaa pantas saja barang-barang itu pada hilang. Wong gak dicatat dan gak dihitung! Kalo uda hilang pasti nyalahin orang lain. Kalo salah pasti lempar tanggung jawab ke orang lain. Itu kan gak profesional, efektif atau pun efisien!
* Site Manager gue yang katanya PINTER dan sudah berpengalaman itu, kalo beli barang pasti selalu salah! Gak sesuai standar dan harganya pun selalu berubah setiap waktunya! Gue sering heran, kesel dan merasa aneh aja karena SM gue itu bukannya ngurusin kerjaan lapangan, mala selalu dan selalu panjengin bagian purchasing! ANEH! Dia itu SM bukan Purchasing! Gak seharusnya yang dia urusin itu PURCHASING, tapi dia harusnya ngurusin keterlambatan material, kinerja anak buahnya, progress dan lain sebagainya. Masa dia pun gak tau namanya laporan keuangan! Kan sangat aneh! Wong kondisi perusahaan uda sekarat, pengeluaran sudah membengkak, dia malah tiap sabtu minggu pulang ke MALANG pake mobil perusahaan, bukannya berfikir untuk menekan biaya! Tiap harinya menghamburhamburkan uang yang gak berguna dan gak ada hasilnya!
* Sebagai SM pun dia tidak mampu membuat job desk untuk anak buahnya! Masa sekarang rata-rata SUPERVISOR bertindak juga sebagai PURCHASING?!? Pada hal sudah ada sendiri orang yang menangani Purchasing, jadi untuk apa dia beserta SUPERVISORnya yang berpengalaman itu bertindak sebagai PURCHASING juga?!??!! Namanya kan gak ngerti aturan kerja! Suka sekali mereka itu menghambur-hamburkan uang!
Semua orang boleh jadi PURCHASING juga boleh jadi SUPPLYER. ckckckckck...
2. Berjanji bahwa dengan menyewa Crane 250T tidak akan merugikan perusahaan karena materialnya sudah tersedia dan jika tidak menyewa Crane tersebut maka kita akan merugi karena lagi banyak proyek, kita bisa tidak akan kebagian Crane..
FAKTANYA:
Materialnya gak ada! Materialnya tertahan dipelabuhan Surabaya karena ada masalah Bea Cukai antara Pihak DongFang dengan Bea Cukai sana. Karena Crane ini perusahaanku menjadi rugi banyak! NISTA!!!
3. Berjanji bulan JULI kan murni PROFIT
FAKTANYA:
NET LOSS 4,5M. Sakit hatiiiii....
4. Berjanji akan membuat janji baru
Faktanya: Memang SLaLU BE9iTu... Gak Tau MaLuuuu....
Yang bikin gue kesel karena mereka tidak menghormati perjanjian, tidak menghitung kerugian, dan tidak ada rasa tanggung jawabnya sama sekali. Hanya memikirkan kesenangan dan kepentingan mereka saja! NISTA! NISTA! NISTA!!!!
Apa gunanya hitam diatas putih jika masih saja dilanggar??? Apa gunanya diadakan meeting waktu itu kalo masih aja gak mau ditepati??? Apa gunanya didatangkan AUDITOR (yang katanya sangat handal) dan sudah tanda tangan diatas surat perjanjian kalau masih saja tidak mau ditepati?!?!???? Seharusnya mereka itu dipenjara! karena sudah memalsukan dokumen, tidak menepati janji dan melanggar perjanjian! Seharusnya biaya Tiga Intan itu sudah harus dan dapat dipotong! Wong mereka sudah tanda tangan!
Tapi percuma aja datengin AUDITOR wong si Auditornya itu sama begonya dengan geng nista itu! Gak ada gunanya! Untuk apa bayar Auditor mahal, mending gaji gue aja. Perkara keuangan langsung beres dalam sekejap! Yaelah si Auditornya gak bisa apa-apa. Dia mala lempar tanggung jawab, minta bantuan gue dan orang kepercayaan gue buat bantuin dia ngdata laporan keuangan! Huh! PAYAH!!!!
Dasar Geng NISTA!! I HATE YOU, ALL!! :(
Mau gak mau gue harus ngadepin Geng NISTA itu! Gue harus kuat disini,, demi orang tua gue, demi perusahaan gue, dan demi masa depan. Walau memang sakit, tapi harus dijalani. Mereka mungkin dapat bersenang-senang (sekarang) tapi gak akan lama.. Semoga nantinya akan berakhir dengan baik bagiku dan perusahaanku.
=reyree=
Selasa, Juni 09, 2009
Surprising day!
Rencana ke Waduk Gajah Mungkur ternyata sudah sangat lama. Saya pun baru tahu setelah Firman ngasih tauin pas mancing di belakang kantor. Yang mengusulkan pertama kali ke Pak Asep itu Pak Oki. Dia mau cuma kita - kita aja yang kesana (orang-orang yang tinggal 1 mess sama aku). Cuma rencana itu berubah lantaran Pak Iksan ke Surabaya untuk Inspeksi Material, Om Zuhri ke Jakarta meeting dengan petinggi-petinggi HMS, dan Oki (orang yang merencanakan tapi yang gak mau ikut,, heran deh) sudah punya acara lain. Dia mau ngapelin janda cantik belakang rumah kali. Mentang-mentang Om lagi ke Jakarta, dia bisa kelayapan.. HUUUUU....
Nah akhirnya yang ikut ke Waduk Gajah Mungkur yang berada di Wonogiri, Jawa Tengah, itu saya (pastinya), Firman, Pak Asep dan Pak Roland. Tadinya mau ngajak Ibu Narsih, tapi dia pulang ke Cilacap sih.. Gak jadi deh ngajak dia.
Saya sebenarnya gak tau dimana tepatnya waduk itu berada. Cuma seingat saya sepertinya melintasi jalanan yang menuju ke Solo. Dulu cuma pernah liat plangnya aja. Alhamdulillah berkat kemajuan sistem komunikasi sehingga ditemukannya GPS membuat saya dan tim travelling nyasarnya gak kejauhan. Hehehe..
Rutenya kan lewat Lorok - Pacitan - Wonogiri - Waduk Gajah Mungkur. Tapi ternyata kalo lewat Lorok - Pacitan - Pracimantoro - Waduk Gajah Mungkur bisa lebih cepat. Gak usa muterin gunungnya Wonogiri. Jadi bisa mempersingkat waktu. Lain kali lewatnya pracimantoro aja ahh... :)
Selama dijalan pikiran gue gak konsen,, gara2 dimobil ketawa mulu trs kerjaannya minum aer mulu.. Jadinya kebelet pengen pipis... Kutahan sampai akhirnya sampai juga di tempat tujuan. Alhamdulillah... :D
Pas disana, cacing penghuni perut sudah menabuhkan genderang tanda pengen diisi makanan. Jadinya langsung deh milih warung makan yang terdekat dengan parkiran serta WC. Selagi yang lain pada mesen makanan saya ke WC aja. Dan ternyata gak cuma saya aja yang pengen ke WC, Pak Roland juga ternyata.
Nah pas mau ke WC, saya liat ada kerajinan yang terbuat dari akar wangi. Bentuknya lucu-lucu. Saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi ada kebutuhan yang lebih mendesak, yaitu pipis dulu!! Uda gak tahan, booo...
Duh pake ngantri lagi WCnya. Ada bagusnya juga sih,, Saya bisa nanya sama ibu-ibu yang ada disitu. Siapa tau dia tau berapa harga boneka-bonekaannya. Jadi bisa buat refrensi saya kalo mau beli.
Sebenarnya antara niat gak niat sih beli boneka-bonekaannya. Berhubung saya cuma pengen doang, takutnya pas setelah beli malah menyesal dikemudian harinya. Soalnya gak niat-niat banget. Tapi si Pak Roland bilang kalo suka beli aja langsung. Nah saya kan gengsi kalo beli gitu aja tanpa ada tawar menawar dengan pedagangnya.
Saya bilang ke Pak Roland nanti aja. Saya mau kasih tau Pak Asep dulu, siapa tau dia mau. Dan ternyata memang benar, Pak Asep mau boneka-bonekaannya itu. Saya tawar sampai harga yang termurah. Tapi lagi-lagi Pak Roland mengacau dengan mengatakan uda langsung bayar aja di depan si penjualnya. Saya kan jadi kesal. Saya marahi saja tuh orang. Mengganggu saja sih!
Dia jadi diam gitu pas saya marahi dan gak mau lagi ikut campur soal tawar menawar. Trus saya bilang ke Pak Roland, "kira-kira Liqin mau gak yaa kalo dibeliin?"
Pak Roland dengan semangatnya bilang "pasti mau! Coba kamu telpon si Narsih untuk nanyain ke Liqin (orang Cina dari Hubei - Main Contractornya HMS)."
Tapi saya gak enak dan minta dia aja yang nelpon Mbak Narsih. Pak Roland langsung nelpon mbak Narsih dan telponnya langsung ia kasihkan ke saya supaya saya ngomong sendiri ke mbak Narsihnya. Lalu saya utarakan yang saya inginkan. Minta tolong Mbak Narsih untuk menanyakannya langsung ke Liqin.
Mbak Narsih nanya bonekanya itu bentuknya kaya gimana? Terbuat dari apa? Berapa harganya? Saya jawab "Bentuknya macam-macam, ada gajah, kerbau, kuda, dan naga. Terbuat dari Akar Wangi. Harganya Rp.50,000. Tolong tanyain yaa mbak Narsih."
Gak lama mbak Narsih nelpon balik, "Mbak, kata Liqin Ok. Dia mau dibeliin bonekanya."
Pak Roland menyarankan saya beli yang banyak. Sebanyak-banyaknya...
Saya bilang saya rencananya mau beli cuma 3 aja buat Liqin. Trs Pak Roland menyarankan lebih dari 3 soalnya kan banyak orang Cinanya di kantor. Dari Hubei dan ada DongFang juga. Kalo 3 gak cukup. Akhirnya setelah berputar-putar Waduk Gajah Mungkur dan melakukan transaksi tawar menawar dengan pedagang sana, saya berhasil membeli boneka-bonekaannya itu 10.
Dan seluruh boneka itu berhasil saya jual seluruhnya ke orang-orang Cina itu. Seneng deh! Benernya masih ada 2 lagi sih.. Om sih menyarankan saya untuk menjual sisanya itu. Pak Asep aja jadi pengen jual boneka gajahnya itu. Pada hal awalnya boneka gajahnya itu mau dia kasih buat anaknya. Tapi berhubung masih lama disini, bisa lah lain kali dibeli lagi boneka itu untuk anaknya. Tapi itu buat gue pribadi. Agak sayang juga benernya kalo gak dijual, tapi buat kenang-kenangan tak apa lah... :D
Hari yang menyenangkan dan tidak disangka-sangka akan seperti ini. Hehehehe.. Ini namanya Masa Panen Raya! Hahhahahah.. :D
Nah akhirnya yang ikut ke Waduk Gajah Mungkur yang berada di Wonogiri, Jawa Tengah, itu saya (pastinya), Firman, Pak Asep dan Pak Roland. Tadinya mau ngajak Ibu Narsih, tapi dia pulang ke Cilacap sih.. Gak jadi deh ngajak dia.
Saya sebenarnya gak tau dimana tepatnya waduk itu berada. Cuma seingat saya sepertinya melintasi jalanan yang menuju ke Solo. Dulu cuma pernah liat plangnya aja. Alhamdulillah berkat kemajuan sistem komunikasi sehingga ditemukannya GPS membuat saya dan tim travelling nyasarnya gak kejauhan. Hehehe..
Rutenya kan lewat Lorok - Pacitan - Wonogiri - Waduk Gajah Mungkur. Tapi ternyata kalo lewat Lorok - Pacitan - Pracimantoro - Waduk Gajah Mungkur bisa lebih cepat. Gak usa muterin gunungnya Wonogiri. Jadi bisa mempersingkat waktu. Lain kali lewatnya pracimantoro aja ahh... :)
Selama dijalan pikiran gue gak konsen,, gara2 dimobil ketawa mulu trs kerjaannya minum aer mulu.. Jadinya kebelet pengen pipis... Kutahan sampai akhirnya sampai juga di tempat tujuan. Alhamdulillah... :D
Pas disana, cacing penghuni perut sudah menabuhkan genderang tanda pengen diisi makanan. Jadinya langsung deh milih warung makan yang terdekat dengan parkiran serta WC. Selagi yang lain pada mesen makanan saya ke WC aja. Dan ternyata gak cuma saya aja yang pengen ke WC, Pak Roland juga ternyata.
Nah pas mau ke WC, saya liat ada kerajinan yang terbuat dari akar wangi. Bentuknya lucu-lucu. Saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi ada kebutuhan yang lebih mendesak, yaitu pipis dulu!! Uda gak tahan, booo...
Duh pake ngantri lagi WCnya. Ada bagusnya juga sih,, Saya bisa nanya sama ibu-ibu yang ada disitu. Siapa tau dia tau berapa harga boneka-bonekaannya. Jadi bisa buat refrensi saya kalo mau beli.
Sebenarnya antara niat gak niat sih beli boneka-bonekaannya. Berhubung saya cuma pengen doang, takutnya pas setelah beli malah menyesal dikemudian harinya. Soalnya gak niat-niat banget. Tapi si Pak Roland bilang kalo suka beli aja langsung. Nah saya kan gengsi kalo beli gitu aja tanpa ada tawar menawar dengan pedagangnya.
Saya bilang ke Pak Roland nanti aja. Saya mau kasih tau Pak Asep dulu, siapa tau dia mau. Dan ternyata memang benar, Pak Asep mau boneka-bonekaannya itu. Saya tawar sampai harga yang termurah. Tapi lagi-lagi Pak Roland mengacau dengan mengatakan uda langsung bayar aja di depan si penjualnya. Saya kan jadi kesal. Saya marahi saja tuh orang. Mengganggu saja sih!
Dia jadi diam gitu pas saya marahi dan gak mau lagi ikut campur soal tawar menawar. Trus saya bilang ke Pak Roland, "kira-kira Liqin mau gak yaa kalo dibeliin?"
Pak Roland dengan semangatnya bilang "pasti mau! Coba kamu telpon si Narsih untuk nanyain ke Liqin (orang Cina dari Hubei - Main Contractornya HMS)."
Tapi saya gak enak dan minta dia aja yang nelpon Mbak Narsih. Pak Roland langsung nelpon mbak Narsih dan telponnya langsung ia kasihkan ke saya supaya saya ngomong sendiri ke mbak Narsihnya. Lalu saya utarakan yang saya inginkan. Minta tolong Mbak Narsih untuk menanyakannya langsung ke Liqin.
Mbak Narsih nanya bonekanya itu bentuknya kaya gimana? Terbuat dari apa? Berapa harganya? Saya jawab "Bentuknya macam-macam, ada gajah, kerbau, kuda, dan naga. Terbuat dari Akar Wangi. Harganya Rp.50,000. Tolong tanyain yaa mbak Narsih."
Gak lama mbak Narsih nelpon balik, "Mbak, kata Liqin Ok. Dia mau dibeliin bonekanya."
Pak Roland menyarankan saya beli yang banyak. Sebanyak-banyaknya...
Saya bilang saya rencananya mau beli cuma 3 aja buat Liqin. Trs Pak Roland menyarankan lebih dari 3 soalnya kan banyak orang Cinanya di kantor. Dari Hubei dan ada DongFang juga. Kalo 3 gak cukup. Akhirnya setelah berputar-putar Waduk Gajah Mungkur dan melakukan transaksi tawar menawar dengan pedagang sana, saya berhasil membeli boneka-bonekaannya itu 10.
Dan seluruh boneka itu berhasil saya jual seluruhnya ke orang-orang Cina itu. Seneng deh! Benernya masih ada 2 lagi sih.. Om sih menyarankan saya untuk menjual sisanya itu. Pak Asep aja jadi pengen jual boneka gajahnya itu. Pada hal awalnya boneka gajahnya itu mau dia kasih buat anaknya. Tapi berhubung masih lama disini, bisa lah lain kali dibeli lagi boneka itu untuk anaknya. Tapi itu buat gue pribadi. Agak sayang juga benernya kalo gak dijual, tapi buat kenang-kenangan tak apa lah... :D
Hari yang menyenangkan dan tidak disangka-sangka akan seperti ini. Hehehehe.. Ini namanya Masa Panen Raya! Hahhahahah.. :D
Kamis, Mei 28, 2009
pacitan
Gue jadi sedikit menyukai kota kecil yang penuh ketenangan ini. Saking tenangnya kadang bikin bingung juga sih.. Tapi yaa sudah lah.. Terima aja. Namanya aja kerja, gak boleh ngeluh. Harus terus semangat!!
Sempet shock juga gue pas awal-awal tinggal disini. Gimana ngga, 2minggu pertama disini (mess) gak ada TV dan Kulkas. Bahkan gue nyari penjual majalah atau pun koran gak ada disini. Pada hal uda nyari sampai kota Pacitannya. Kata Pak Sardi (penjaga mess) sih ada orang yang suka nganterin koran. Tapi pas dia cari gak pernah ketemu.
Tapi jangan dipikir orang desa gak punya apa-apa! Ditempat gue tinggal rata-rata setiap rumah itu punya antena parabola, nonton siaran TV bukan cuma lokal aja, siaran internasional pun ada disini. Cuma di mess gue kena apesnya aja. Siaran international yang didapet bukannya HBO atau Star World, malahan NHK, TV Arab ama TV Cina! Tapi medingan mess gue masih ada NHK sama siaran TV lokal. Temen gue beda subcon dikasih sama perusahaannya TV yang siarannya cuma nayangin TV Cina! Eneg gak tuh?! Hehehe... Uda nggak ngerti bahasanya, mala dikasih yang begituan. hehehe... ^_^
Kasihan dia, dipaksain bosnya ngerti bahasa Cina.
Kalo melihat seperti ini sepertinya enak juga jadi TKI yang kerja di Cina, mereka uda cas-cis-cus bahasa Cina. Ummm... Kira-kira butuh waktu berapa lama yaa biar bisa mengerti bahasa Cina dan langsung Cas-cis-cus?
Berhubung dikantor gue ada translator, dikit-dikit gue ngerti bahasa Cina. Yang gue ngerti itu "Wei = Hallo" ; "Ha = Baik" ; "Tu wei = Betul"
Hehehehehehehe...
Pokoknya gitu deh... :P
Awalnya gue bingung kenapa pemerintah bikin PLTU ditempat yang begitu sulit di jangkau seperti Pacitan ini. Bukannya gue mau gimana. Asli untuk kesini tuh ya butuh perjuangan yang ekstra keras. Yang pertama, akses untuk ke Pacitan aja sungguh sulit dan berliku. Kota yang terdekat yang menghubungkan Pacitan itu Jogja dan Solo.
Kalo dari Jogja, kita musti lewati Gunung Kidul dan Wonosari. Waktu tempuh sekitar 4jam kalo nyetirnya biasa aja. Bisa lebih lama kalo pake nyasar. Kalo yang gak biasa pasti nyasar dan dijamin akan nyasar karena gak ada petunjuk jalan menuju Pacitan! Dan gue sering sekali nyasar, pada hal uda sering bolak - balik Jogja-Pacitan. Tapi gak pernah hafal. hehehehe... :P
Uda gitu yaa kalo lewat Jogja, pas di Wonosari ada jalan yang serem banget. Asli serem soalnya jalanannya sempit, uda gitu naik turun gunung.. Walah pokoknya sebisa mungkin jangan mau kalo disuruh nyetir. Mending jadi penumpang aja, abis itu minum antimo deh. Biar tau-tau uda sampe deh! hehehe..
Kalo dari Solo lebih enak, walo makan waktu yang lebih lama. Yaa kira-kira 5jam lah. Itu kalo nyetirnya gak sambil ngebut. Tapi jalanannya lebih enak, lebih lebar, dan gak musingin. dan sepertinya uda ada petunjuk jalannya. Jadi gak terlalu musingin nyari jalan. Dan mungkin aja gak akan nyasar nantinya.
Yang kedua masih mengenai akses road. Setelah perjuangan menuju Pacitan (entah dari Jogja atau Solo), kini perjuangan dari Pacitan itu sendiri menuju PLTU-nya. PLTU Pacitan terletak di desa Sudimoro, sebuah desa yang sangaaaatt tenang dan damai. :)
Nah dari Pacitan ke Sudimoro harus melewati kampung namanya Lorok. Waktu tempuh Pacitan - Lorok sekitar 2jam. Berdoa aja semoga pas dijalan gak ketemu Trailer atau Truck yang mogok atau perbaikan jalan. Jadi bisa sampai tepat waktu (2jam).
Nah dari Lorok ke Sudimoro itu 30menit.
Jadi bisa dibayangkan sebegitu besarnya perjuangan ke PLTU ini.
Yang ketiga, Pacitan itu minim hiburan. Ada sih benernya hiburan disini tapi gak kaya hiburan dikota besar. Orang kalo mau nyari hiburan pasti ke Mall atau Cafe atau nonton Bioskop. Pokoknya orang Kota itu hiburannya MAHAL!
Kalo disini ada hiburan tapi murah meriah. Kadang ada hiburan rakyat berupa Konser Dangdut mania. Gue pertama kali nonton konser dangdut disini. Huff... Bikin mata, hati, dan pikiran terguncang dan terpukau. HAHAHAHAHA... :D dan itu GRATIS!
Pokoknya gue sejak disini suka sama barang yang murah meriah. Gimana caranya dapet hiburan tapi gak bikin TongPes. Harus seminimal mungkin ngeluarin duit.
Selain hiburan rakyat, ada tempat wisata termasyur seantero Pacitan. Pokoknya kalo belum kesana belom afdol. Tempat itu adalah Goa Gong. Goa Gong hanya salah satu dari sekian banyak Goa yang ada di Pacitan. Oleh karena itu Pacitan disebut juga dengan kota seribu Goa. Benernya goa yang famous gak sampai seribu, tapi karna ada banyak jadi sebutlah seribu goa. Goa ini sangaaaaaatt indah dan megah untuk ukuran Goa yang pernah gue datengin (dan goa ini lah goa yang pertama dan satu-satunya yang gue singgahi. hehehehe... ).
Ada juga Pantai Teleng Ria. Pantai ini rencananya akan dibuat Dermaga Internasional (gosip yang beredar sih begitu). Selain itu ada juga pemandian air panas atau yang mereka bilang adalah "BANYU ANGET". Memang panas dan hangat tapi umm... sepertinya bagusan Ciater.. entah kenapa gue lebih suka Ciater.
Tapi berhubung mess gue sangat jauuuh dari Pacitan, kalo kesana tunggu momen yang pas kali yaaa.... Soalnya jaraknya itu lohh.. Jauh amat! Jadi kalo gak pengen-pengen amat, gak usah aja lah.
Yang ke empat..
Apa yaa??
Umm... sepertinya uda cukup yang ke 1,2,dan 3.
Yaa begitulah kota ini. Entah kenapa Pacitan yang dipilih untuk pembangunan PLTU. Mungkin ada pertimbangan politis atau apa. Apa karena kota ini Kota kelahiran Bpk. Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden kita saat ini dan berencana mau naik lagi. Atau pemerintah mempertimbangkan bahwa Pacitan merupakan kota yang pendapatan rata-rata perkapita penduduknya yang terkecil sejawa timur? Atau pemerintah ingin memajukan kota ini, memaksa penduduknya agar memiliki pendapatan yang lebih baik karena adanya Industri? Atau ingin agar pariwisatanya lebih maju lagi.
Karena Pacitan walau tidak punya tempat hiburan yang Ok, tapi kota ini memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa indahnya. Seperti lukisan dinegeri dongeng..hehehe.. :P
Kota yang memiliki potensi yang sangat luar biasa. Sesungguhnya kota ini bisa menjadi sangat kaya karena ditumbuhi oleh tanaman Jati (mahal banget boo harga kayu jati dipasaran Jakarta dan sekitarnya). Padi, Cengkeh, dan tanaman pertanian lainnya tumbuh subur disini. Kota yang memiliki garis pantai yang sangat panjang, sehingga hasil perikanan melimpah ruah. Tapi herannya kenapa disini gak ada satu pun orang yang jualan ikan atau buka warung seafood yaa??? Sungguh mengherankan...
Ikan yang dijual disini enak dan segar-segar karena ditangkap langsung di laut dan tidak pakai pengawet. Ikannya besar-besar dan gak mahal (soalnya waktu itu gue ditraktir! hehehe.. :P )
Semoga aja kota ini bisa makin maju! Amin...
Sempet shock juga gue pas awal-awal tinggal disini. Gimana ngga, 2minggu pertama disini (mess) gak ada TV dan Kulkas. Bahkan gue nyari penjual majalah atau pun koran gak ada disini. Pada hal uda nyari sampai kota Pacitannya. Kata Pak Sardi (penjaga mess) sih ada orang yang suka nganterin koran. Tapi pas dia cari gak pernah ketemu.
Tapi jangan dipikir orang desa gak punya apa-apa! Ditempat gue tinggal rata-rata setiap rumah itu punya antena parabola, nonton siaran TV bukan cuma lokal aja, siaran internasional pun ada disini. Cuma di mess gue kena apesnya aja. Siaran international yang didapet bukannya HBO atau Star World, malahan NHK, TV Arab ama TV Cina! Tapi medingan mess gue masih ada NHK sama siaran TV lokal. Temen gue beda subcon dikasih sama perusahaannya TV yang siarannya cuma nayangin TV Cina! Eneg gak tuh?! Hehehe... Uda nggak ngerti bahasanya, mala dikasih yang begituan. hehehe... ^_^
Kasihan dia, dipaksain bosnya ngerti bahasa Cina.
Kalo melihat seperti ini sepertinya enak juga jadi TKI yang kerja di Cina, mereka uda cas-cis-cus bahasa Cina. Ummm... Kira-kira butuh waktu berapa lama yaa biar bisa mengerti bahasa Cina dan langsung Cas-cis-cus?
Berhubung dikantor gue ada translator, dikit-dikit gue ngerti bahasa Cina. Yang gue ngerti itu "Wei = Hallo" ; "Ha = Baik" ; "Tu wei = Betul"
Hehehehehehehe...
Pokoknya gitu deh... :P
Awalnya gue bingung kenapa pemerintah bikin PLTU ditempat yang begitu sulit di jangkau seperti Pacitan ini. Bukannya gue mau gimana. Asli untuk kesini tuh ya butuh perjuangan yang ekstra keras. Yang pertama, akses untuk ke Pacitan aja sungguh sulit dan berliku. Kota yang terdekat yang menghubungkan Pacitan itu Jogja dan Solo.
Kalo dari Jogja, kita musti lewati Gunung Kidul dan Wonosari. Waktu tempuh sekitar 4jam kalo nyetirnya biasa aja. Bisa lebih lama kalo pake nyasar. Kalo yang gak biasa pasti nyasar dan dijamin akan nyasar karena gak ada petunjuk jalan menuju Pacitan! Dan gue sering sekali nyasar, pada hal uda sering bolak - balik Jogja-Pacitan. Tapi gak pernah hafal. hehehehe... :P
Uda gitu yaa kalo lewat Jogja, pas di Wonosari ada jalan yang serem banget. Asli serem soalnya jalanannya sempit, uda gitu naik turun gunung.. Walah pokoknya sebisa mungkin jangan mau kalo disuruh nyetir. Mending jadi penumpang aja, abis itu minum antimo deh. Biar tau-tau uda sampe deh! hehehe..
Kalo dari Solo lebih enak, walo makan waktu yang lebih lama. Yaa kira-kira 5jam lah. Itu kalo nyetirnya gak sambil ngebut. Tapi jalanannya lebih enak, lebih lebar, dan gak musingin. dan sepertinya uda ada petunjuk jalannya. Jadi gak terlalu musingin nyari jalan. Dan mungkin aja gak akan nyasar nantinya.
Yang kedua masih mengenai akses road. Setelah perjuangan menuju Pacitan (entah dari Jogja atau Solo), kini perjuangan dari Pacitan itu sendiri menuju PLTU-nya. PLTU Pacitan terletak di desa Sudimoro, sebuah desa yang sangaaaatt tenang dan damai. :)
Nah dari Pacitan ke Sudimoro harus melewati kampung namanya Lorok. Waktu tempuh Pacitan - Lorok sekitar 2jam. Berdoa aja semoga pas dijalan gak ketemu Trailer atau Truck yang mogok atau perbaikan jalan. Jadi bisa sampai tepat waktu (2jam).
Nah dari Lorok ke Sudimoro itu 30menit.
Jadi bisa dibayangkan sebegitu besarnya perjuangan ke PLTU ini.
Yang ketiga, Pacitan itu minim hiburan. Ada sih benernya hiburan disini tapi gak kaya hiburan dikota besar. Orang kalo mau nyari hiburan pasti ke Mall atau Cafe atau nonton Bioskop. Pokoknya orang Kota itu hiburannya MAHAL!
Kalo disini ada hiburan tapi murah meriah. Kadang ada hiburan rakyat berupa Konser Dangdut mania. Gue pertama kali nonton konser dangdut disini. Huff... Bikin mata, hati, dan pikiran terguncang dan terpukau. HAHAHAHAHA... :D dan itu GRATIS!
Pokoknya gue sejak disini suka sama barang yang murah meriah. Gimana caranya dapet hiburan tapi gak bikin TongPes. Harus seminimal mungkin ngeluarin duit.
Selain hiburan rakyat, ada tempat wisata termasyur seantero Pacitan. Pokoknya kalo belum kesana belom afdol. Tempat itu adalah Goa Gong. Goa Gong hanya salah satu dari sekian banyak Goa yang ada di Pacitan. Oleh karena itu Pacitan disebut juga dengan kota seribu Goa. Benernya goa yang famous gak sampai seribu, tapi karna ada banyak jadi sebutlah seribu goa. Goa ini sangaaaaaatt indah dan megah untuk ukuran Goa yang pernah gue datengin (dan goa ini lah goa yang pertama dan satu-satunya yang gue singgahi. hehehehe... ).
Ada juga Pantai Teleng Ria. Pantai ini rencananya akan dibuat Dermaga Internasional (gosip yang beredar sih begitu). Selain itu ada juga pemandian air panas atau yang mereka bilang adalah "BANYU ANGET". Memang panas dan hangat tapi umm... sepertinya bagusan Ciater.. entah kenapa gue lebih suka Ciater.
Tapi berhubung mess gue sangat jauuuh dari Pacitan, kalo kesana tunggu momen yang pas kali yaaa.... Soalnya jaraknya itu lohh.. Jauh amat! Jadi kalo gak pengen-pengen amat, gak usah aja lah.
Yang ke empat..
Apa yaa??
Umm... sepertinya uda cukup yang ke 1,2,dan 3.
Yaa begitulah kota ini. Entah kenapa Pacitan yang dipilih untuk pembangunan PLTU. Mungkin ada pertimbangan politis atau apa. Apa karena kota ini Kota kelahiran Bpk. Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden kita saat ini dan berencana mau naik lagi. Atau pemerintah mempertimbangkan bahwa Pacitan merupakan kota yang pendapatan rata-rata perkapita penduduknya yang terkecil sejawa timur? Atau pemerintah ingin memajukan kota ini, memaksa penduduknya agar memiliki pendapatan yang lebih baik karena adanya Industri? Atau ingin agar pariwisatanya lebih maju lagi.
Karena Pacitan walau tidak punya tempat hiburan yang Ok, tapi kota ini memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa indahnya. Seperti lukisan dinegeri dongeng..hehehe.. :P
Kota yang memiliki potensi yang sangat luar biasa. Sesungguhnya kota ini bisa menjadi sangat kaya karena ditumbuhi oleh tanaman Jati (mahal banget boo harga kayu jati dipasaran Jakarta dan sekitarnya). Padi, Cengkeh, dan tanaman pertanian lainnya tumbuh subur disini. Kota yang memiliki garis pantai yang sangat panjang, sehingga hasil perikanan melimpah ruah. Tapi herannya kenapa disini gak ada satu pun orang yang jualan ikan atau buka warung seafood yaa??? Sungguh mengherankan...
Ikan yang dijual disini enak dan segar-segar karena ditangkap langsung di laut dan tidak pakai pengawet. Ikannya besar-besar dan gak mahal (soalnya waktu itu gue ditraktir! hehehe.. :P )
Semoga aja kota ini bisa makin maju! Amin...
Senin, Maret 30, 2009
Pacitan Goa Gong
hehehehe.. Seharusnya foto2 yang di Artikel sebelumnya itu foto2ku pas ke Goa Gong, barengan Pak Zul (temen mbak mela) dan Pak Ari dari Dalle. dan foto satu lagi itu gue barengan Ibu Asih dan Mr. Chow (orang Hubei). Mr. Chow itu orang Cina asli yang gak bisa bahasa Indonesia atau pun bahasa Inggris sama sekali. Payah deh orang Cina itu... Makanya di proyek ini butuh banget transletor dan Ibu Asih lah transletor kami. Wah kantor bisa kacau balau kalau Ibu Asih gak dateng ke mari. Pernah Ibu Asih gak dateng kemari beberapa hari karena ada saudaranya yang kena musibah. Langsung kantor kacau balau, bahkan Ibu Asih ditelponin untuk bicara dengan orang2 Cina itu..
hehehe..
Oya, soal Goa Gong, itu goa yang terindah yang pernah gue datengin dan itu goa pertama yang pernah gue datengin..hehehe... Asli cantik banget Goanyaa... didalamnya ada batu yang penuh dengan kristal. seperti dikasih Glitter.. Canntiiiikk bgt!! Gue suka sama goa ini.. :D
Mungkin nanti gue bakal ke goa ini lagi barengan orang-orang kantor gue. :)
hehehe..
Oya, soal Goa Gong, itu goa yang terindah yang pernah gue datengin dan itu goa pertama yang pernah gue datengin..hehehe... Asli cantik banget Goanyaa... didalamnya ada batu yang penuh dengan kristal. seperti dikasih Glitter.. Canntiiiikk bgt!! Gue suka sama goa ini.. :D
Mungkin nanti gue bakal ke goa ini lagi barengan orang-orang kantor gue. :)
perjalanan di pacitan




Pacitan...
Kota kelahiran dari Presiden RI, Bpk. Susilo Bambang Yudhoyono. Kota ini memiliki banyak sekali goa, oleh karna itu kota ini disebut juga dengan kota 1001 goa. Kota kecil yang dikelilingi oleh Gunung dan Pantai.
Waktu pertama kali gue dateng ke Pacitan, sempet shock juga. Gimana ngga, waktu sampai di Jogja menuju ke Pacitan, orang-orang Jogja yang kutanya kemana arah menuju Pacitan pada menjawab tidak tahu. Sempat khawatir juga... Bahkan kata Driverku Pacitan nggak ada di peta. Parah kan?! Tapi akhirnya kita selamat juga karna nelpon om dan orang kantor kemana arah menuju Pacitan. Berdasarkan arahan mereka kita menuju arah Wonosari. Waktu di Wonosari, gue uda kelaperan dan pengen makan Bakso. Kita berhenti sebentar di warung untuk mengisi perut. Pak Ade nanya sama ibu warung itu arah ke Pacitan dan dia tahu pacitan! Dia bilang kalodulu dia pernah ke pantai Pacitan. Alhamdulillah...Dan akhirnya ada juga orang yang tau kemana arah menuju Pacitan. :D
Selama dijalan sempet mabok juga karna jalannya yang berliku dan naik turun gunung.. Perasaanku kok gak sampai-sampai diPacitan?! Soalnya setiap kali terbangun, yang dilihat cuma hutan doang.. Dimana kotanya?! Gue sampe di Mess jam10 malam. Pada hal sampai Jogjanya jam2. Asli badan gue berasa remuk semua...
1 minggu pertama disini, aktifitasnya mess-proyek, mess-proyek... gituuu mulu... Akhirnya gue ngajak mbak mela ke kota Pacitan. dari pada di mess mulu bosseeen gila.. oya just for your info, gue tinggalnya di Lorok tapi kesonoooan lagi. yaa kira-kira 20menitan lah dr Lorok, tepatnya di PLTU Sudimoro..
Gue ngajak mbak mela dan Oki ke Pacitan buat nyari majalah. Mbak mela mau nemenin dan Oki juga mau nyetirin. Mabok juga ke Pacitan, naik turun gunung... Kita harus menempuh perjalanan dalam waktu 2jam dari Lorok. Pas di Pacitan, niat hati mau beli majalah akhirnya mala beli buah-buahan dan obat (slh 1nya Antimo). Antimo dan minyak kayu putih adalah obat wajib dimiliki selama di Pacitan.
Setelah keliling-keliling Pacitan, ternyata nggak ada orang yang jualan majalah.. Alamaakk...pikirku...Aku tanya abang jualan buah, dia bilang gak ada orang yang jual majalah atau pun koran.. Duh kota macam apa ini...Bahkan koran pun tak ada.
Yaa sudah apa boleh buat dari pada gak dapet apa-apa di sini, kita akhirnya melanjutkan perjalanan ke Pantai Teleng ria. Pantai yang terkenal sangat indah di kota Pacitan ini. Dan memang benar, pantainya sangaaaat indah.. Cantik banget. Gak rame banget. Jadi bisa menikmati pantainya. :D
Disana kita ketemu Bule yang kayanya islam soalnya istrinya pake Jilbab. Anak-anaknya si Bule itu cantik dan lucu.Hhehehe.. kaya bpknya.. :P
Setelah puas foto-foto di pantai Teleng, kita balik ke mess.. :)
Langganan:
Postingan (Atom)

